![]() |
| [Ilustrasi : pixabay] |
Hai, hai,
kembali lagi disini, Saya akan mencoba membahas beberapa hal random yang terlintas di pandangan mata saya. Dan kali ini saya akan membahas sedikit mengenai Gangguan Kepribadian.
Bermula dari menonton sebuah hingga beberapa film ataupun drama dan serial mengenai gangguan kepribadian serta melihat beberapa berita mengenai hal tersebut, saya jadi mencari cari sedikit dari permukaan beberapa gangguang kepribadian tersebut.
Karena apa? Apakah karena menarik? Tentu.
Tapi awalnya ialah untuk meyakinkan diri saya sendiri apakah saya sendiri pun punya kecenderungan untuk memiliki gangguan kepribadian tersebut.
Beberapa diantaranya yang sering terlintas di media mainstream yang saya saksikan ialah, bipolar disorder, ADHD / ADD, OCD *bukan Obsessive Corbuzier Diet yaa*, Schizoprenia, Narsistik beserta paranoia.
Secara ilmu psikologisnya, hal ini dibedakan kedalam 3 cluster yang serupa perilakunya, diantaranya
- Cluster A: gangguan kepribadian skizoid, paranoid, dan skizotipal
- Cluster B: gangguan kepribadian antisosial, ambang (borderline), dan narsisistik
- Cluster C: gangguan kepribadian cemas-menghindar, dependen, dan obsesif-kompulsif
Boleh deh cek bacaan saya yang terlintas itu disini [Gangguan Kepribadian].
Ada satu artikel yang dengan judulnya memulai saya untuk berpikir apakah benar saya mengidap salah satu Personality Disorder tersebut.
Suka Menunda-nunda Pekerjaan? Bisa Jadi Anda Mengidap ADHD.
ADHD atau yang dikenal sebagai (attention-deficit hyperactivity disorder) ini merupakan salah satu jenis gangguan yang biasanya sering disamakan dengan autism. Namun penderita biasanya akan lebih Hyper dalam bertingkah laku.
Entah kenapa dari artikel tersebut, tidak seperti itu saja gejalanya.
Procrastinator (sebutan untuk orang yang suka menunda nunda pekerjaannya) bisa jadi adalah pengidap gejala ADHD.
Jadi begini
............................................................................................................
Apa hubungannya suka menunda-nunda dan ADHD?
Salah satu ciri-ciri ADHD yang paling menonjol pada orang dewasa adalah suka menunda-nunda. Banyak pengidap ADHD dewasa menunjukkan kebiasaan menunda yang sangat parah dan tidak wajar. Pekerjaan yang ingin dilakukan pun tidak pernah selesai. Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan menunda mungkin menandakan gejala ADHD. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. “Harus mulai dari mana?”
Gangguan perilaku ADHD bisa membuat seseorang kesulitan membuat rencana dan melaksanakannya. Orang dewasa yang mengidap ADHD merasa sangat bingung harus mulai dari mana, bagaimana cara menentukan prioritas, dan apa saja yang harus dilakukan. Ini karena ADHD membuat pikiran Anda campur aduk. Akibatnya, Anda mungkin lebih memilih untuk menunda saja pekerjaan tersebut.
2. Tidak bisa fokus
Ketika Anda sudah berhasil memulai suatu pekerjaan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Anda harus menjaga konsentrasi dan dorongan batin supaya bisa mengerjakan tugas tersebut tanpa gangguan. Akan tetapi, orang dengan ADHD sangat kesulitan mempertahankan fokus. Maka pekerjaan yang penting pun sering kali terbengkalai sementara Anda justru sibuk melakukan hal-hal yang sifatnya remeh.
3. Semakin mepet semakin baik
Pengidap ADHD suka menunda-nunda karena mengira bahwa semakin mepet tenggat waktunya, motivasi Anda pun akan semakin kuat. Padahal tak seperti orang pada umumnya, Anda tidak bisa semudah itu menuntaskan suatu pekerjaan. Pasalnya, mengerjakan tugas yang sudah mepet tenggat waktu justru membuat pengidap ADHD jadi stres, cemas, dan tidak bisa tenang. Kecemasan ini semakin memperparah gejala ADHD seperti susah fokus dan mengatur prioritas.
4. Gugup dan tertekan
Bukan berarti pengidap ADHD menganggap enteng segala pekerjaannya. Anda tahu betul bahwa Anda harus menyelesaikannya, tetapi Anda malah merasa kalut karena takut salah, takut mengecewakan diri sendiri dan orang lain, dan tertekan dengan tanggung jawab yang diberikan. Tak seperti kebanyakan orang, pengidap ADHD kesulitan mengendalikan gejolak emosi tersebut. Akhirnya tugas-tugas tersebut pun tidak tuntas.
5. Tidak bisa mengukur waktu dan kemampuan
Anda mungkin berencana untuk mengerjakan sesuatu dua jam dari sekarang. Namun, pemahaman Anda soal waktu kurang tajam sehingga ketika sudah lewat dua jam, Anda merasa tidak terima karena waktu begitu cepat berlalu. Atau Anda merasa yakin bisa beres-beres rumah dalam waktu satu jam. Pada kenyataannya, Anda butuh waktu lebih dari itu sehingga Anda terpaksa berhenti beres-beres rumah sebelum tuntas karena sudah harus mengerjakan hal lainnya.
Gejala lain ADHD
Selain suka menunda-nunda, ada berbagai gejala lain yang harus Anda waspadai kalau Anda curiga Anda mengidap ADHD pada orang dewasa. Pasalnya, meskipun kebanyakan kasus ADHD sudah nampak dari kanak-kanak, bukan mustahil kalau seseorang baru didiagnosis dengan ADHD pada usia dewasa. Gejala ADHD pada orang dewasa antara lain:
- Punya masalah akademis ketika sekolah atau kuliah dulu
- Mudah pecah konsentrasi meskipun lingkungan Anda cukup kondusif
- Mudah lupa dan kehilangan barang-barang pribadi
- Suka bengong
- Gelisah dan tidak bisa diam, misalnya dengan mengetuk-ngetuk meja, menggoyangkan kaki, atau berjalan mondar-mandir
- Sering terlambat
- Suasana hati mudah berubah-ubah
- Sulit mengendalikan amarah dan emosi
- Impulsif, yaitu melakukan hal-hal berisiko tanpa pikir panjang
- Kecanduan (rokok, alkohol, atau obat-obatan)
Jadi gimana?
Cek dulu sana :p
(Artikel dikutip dari hellosehat(dot)com)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar