Ads



 Siapa yang mengira jika dibandingkan dengan cara wanita zaman sekarang, merekatkan nusantara dengan simbol dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika -Walaupun berbeda-beda tetap satu jua-, cara Ibu Fatmawati menjadikan ia sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Seorang wanita muda yang teguh pendiriannya akan prinsip yang ia pegang sejak lama. Tidak menjadi masalah bagi beliau walaupun sangat berat beliau menerimanya. Sang suami yang memohon izin untuk menikahi wanita lain setelah dirinya. Kuat, tangguh, itulah dirinya.

Kain yang ia peroleh dari Chairul Bisri itupun dijahitnya sebagai bendera. Kain putih didapatnya dari almari nya, sedangkan kain merah yang dicarikan sekian lama, setelah bahan pertama kain merah yang ukurannya kurang untuk berkibar akhirnya ia menemukan kain merah yang tengah dipakai sebagai tenda sebuah warung soto. Bendera baru yang dijahit itu berukuran 260x200 cm. Bendera yang menjadi saksi bisu kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Bendera yang merekatkan semangat serta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia kala itu. 17 Agustus 1945, berkibar di Jl. Pengangsaan Timur nomor 56, yang dengan naiknya ia menjadi tanda bahwa Indonesia telah resmi menyatakan bebas dari penjajahan. 

Haru mengiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tak terkecuali Ibu Nusantara yang saat itu tengah mengasuh seorang anak laki-laki yang nantinya menjadi tokoh di negara ini, serta anak-anak yang dilahirkannya pun akan menjadi orang nomor satu di negara ini, Indonesia. Merekalah Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra -putra-putri dari pasangan Presiden Republik Indonesia dengan Ibu Negara pertama RI, Fatmawati-.
Fatmawati - Mencapai Indonesia Merdeka  - (sumber : cdn(.)sindo(.)net)


Fatmati, Putri Sejati, Putri Indonesia. Tangguh Dirinya.
Disclaimer : Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan Nulis serempak oleh Blogger Bengkulu, dalam rangka memperingati Hari Lahir Fatmati, Ibu Negara Pertama RI, yang ke 96 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sumbangi Sambangi Platform