Ads



Pemerataan dan Percepatan Pembangunan Informasi Kesehatan Masa Kini

ilustrasi rumah sakit ( sumber : asset.kompas)
Kalau sudah sakit biasanya teman –teman bakal kemana? Lebih memilih ke apotek, cari obat standar untuk mengatasi keluhan teman-teman? Mencari informasi dari para ahli di Internet? Konsultasi ke dokter? Puskesmas? Bidan? Atau Rumah Sakit? Pilihan kalian menunjukkan betapa layanan kesehatan sudah banyak tersedia, namun terkadang menjadi kendala tersendiri bagi beberapa pihak.

Belakangan ini pemerintah sudah aktif dalam pengembangan dan peningkatan kualiats kesehatan.. Baik dari infrastruktur, tenaga kesehatan, tenaga medis, bahkan pelayanan kesehatan yang sedang berangsur berubah menjadi lebih praktis melalui penggunaan sarana teknologi informasi. Jadi rumah sakit telah menjadi pilihan saudara-saudara kita saat akan memeriksakan keadaan kesehatannya, tapi melalui rujukan fasilitas kesehatan tingkat I dulu tentunya, yaitu dokter keluarga atau puskesmas di wilayah masing-masing. 
Dengan pembangunan fasilitas kesehatan yang baik tentu dapat menghilangkan kesenjangan antar masyarakat, walaupun sekarang istilah Highest get Higher masih dapat sering ditemui. Ibaratnya pelayanan eksklusif untuk eksekutif, mungkin tetap dilakukan oleh beberapa pihak, karena peran rumah sakit sendiri seringkali selain sebagai pelayanan kesehatan atau health care, juga dipandang sebagai sebuah sektor bisnis. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan melalui sirs Yankes Kemenkes di April 2018, jumlah pertumbuhan rumah sakit secara nasional semakin meningkat sejak tahun 2012 hingga sekarang dengan jumlah sebanyak 2820 rumah sakit yang terdiri dari 1572 rumah sakit publik dan rumah sakit privat sebanyak 1248. Sedangkan rumah sakit swasta lebih banyak dengan jumlah sebanyak 1804 dan 1016 rumah sakit milik pemerintah. Untuk menanggapi hal tersebut tentu membutuhkan pengawasan karena nyatanya tidak semua layanan kesehatan ini dikelola pemerintah dan cenderung profitable.
Namun tidak sampai hanya di pembangunan fasilitas kesehatan saja, Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan oleh Departemen Kesehatan, bahwa setiap orang yang ada di wilayah pelayanan kesehatan berhak mendapatkan akses ke layanan kesehatan tersebut dimana dinyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan serta  mempunyai hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Hal ini tertuang dalam Pasal 4, 5 dan 6 Undang Undang tersebut .Sehingga menjadi pekerjaan rumah tersendiri, bagaimana agar pasal-pasal mengenai hak memperoleh kesehatan tersebut dapat dipenuhi. Hal-hal terkait hak-hak kesehatan tersebut tidak bias dipandang sebagai tugas satu pihak saja, sehingga seluruh masyarakat pun akan terlibat dan wajib terlibat.
Kesadaran akan pencapaian SDGs di Indonesia semakin meningkat tidak hanya pelayanan kesehatan untuk kehidupan sehat dan sejahtera, yang merupakan salah satu pokok dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan  atau yang diluar sana dikenal dengan Sustainable Development Goals – SDGs, diikuti pula dengan peningkatan kualitas pendidikan agar dapat mengurangi kesenjangan social di masyarakat. Sehingga pokok pokok ini dibangun dalam suatu rangkaian yang diwujudkan dalam pelaksanaan program dari PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai penyedia keuangan untuk hal-hal pokok SDG’s tersebut. 


 
Rumah Sakit Kota Bengkulu

Di wilayah saya sendiri, baru saja diresmikan setelah pembangunannya yang berjalan selama 3 tahun belakang, Rumah sakit penyangga tipe C yang berdiri di pusat kota. Keterjangkauannya sendiri dapat diakses lebih mudah dan cepat. Saat masuk ke dalam kawasannya pun, mungkin teman teman akan merasakan atmosfer yang agak berbeda dari citra rumah sakit yang dulu telah berdiri. Tetap dengan lorong-lorong rumah sakit. Namun terdapat beberapa kotak saran yang bisa diisi oleh pasien ataupun keluarga pasien yang akan diperiksa petugas secara berkala tentunya selain hand cleanser di setiap  pintu masuk lorong pasien rawat inap.
Adapun kesempatan lain yang ditawarkan dari kementerian keuangan melalui PT.SMI sendiri telah menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk membangun Rumah Sakit Penyangga tipe D yang memiliki akses untuk dokter umum dan dokter gigi. Untuk daerah Bengkulu, rencana yang ditetapkan di wilayah Bengkulu ini, menjadi prioritas penggunaan dana PT. SMI di Bengkulu sehingga percepatan pembangunan lebih cepat terlaksana.
Teman teman millenials sendiri dapat memulai aksi untuk turut serta dalam menyebarluaskan program-program kesehatan yang diketahui, serta menggunakan akses teknologi yang dimiliki untuk menjadi relawan kesehatan masyarakat. Dimulai dengan mencari tahu bagaimana layanan kesehatan tersedia, bagaimana alur ini akan dilakukan, kapan dan dimana. Sehingga adapun penyelenggaran kesehatan ini dapat merata nantinya. Pendidikan mengenai pentingnya kesehatan dasar juga bisa dilakukan dari berbagai skala dan tingkatan. Jadi bukan hanya alumni Nakes saja yang bergerak, tapi seluruh masyarakat dapat bertindak
 Dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka peningkatan kualitas pendidikan masyarakat juga bisa terlaksana, karena ada jaminan kesehatan sehingga biaya pendidikan pun akan tersubsidi. 
Lebih baik berinvestasi untuk tetap sehat sebelum sakit  daripada mengeluarkan biaya banyak setelah sakit. Karena apa yang kamu bagikan akan menjadi apa yang kamu dapatkan. Mulai dari diri kita sendiri. Tularkan semangat berbagi. Tingkatkan akses pendidikan dan kesehatan sejak dini. Hilangkan ego pribadi. Hidup bersama-sama, tak ada kesenjagan lagi.

 07:53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sumbangi Sambangi Platform