Ads

Teruntuk seorang sahabat yang disayang langit dan dirindukan bumi.

Mungkin kepergian ini terasa mendadak, bahkan bagi saudara yang setidaknya 12 jam sehari bertatap dan berbagi cerita padanya. Apalagi bagi yang jarang bersua walaupun kadangkala bertegur sapa via udara.

"Kangen nih, kapan pulang?" , katanya pada salah satu teman se visi nya.

"Mungkin belum bisa, sehabis idul fitri mungkin." Balasnya

"Yah..."

Sudah lebih dari 6 bulan, percakapan itu berakhir, dan idul fitri pun tetap tak bisa membawa dia pulang untuk bertukar cerita dan reuni.

***
"Kirim foto kita dong!" Pintanya pada seorang teman yang lainnya

"Sebentar ya."

Tring
Tring
Tring

3 buah foto tiba di laman percakapan mereka.

"Itu foto buka bersama terakhir kita ya?" Ujarnya.

"Iya..."

Dan percakapan berhenti disana.

3 bulan sejak kini saat percakapan itu berakhir.

Setelahnya hanya tag di Insta bahwa temannya akan menempuh pendidikan di Yogya.

"Semoga lancar ya kuliahnya." Ucapnya dengan memberikan pelukan di unggahannya.

9 tahun sejak pertemuan pertama mereka, dan perpisahan adalah hal biasa.

 Toh mereka juga tak selalu bersama sama.

***
Beberapa cerita tentang kebaikannya dan bagaimana ia selalu bekerja keras untuk setiap tugas yang dilimpahkan padanya, mengulang dan terulang dari kawan lama maupun kawan seperjuangannya.

Pernah dahulu, aku sangat mengagumi anak itu. Sebagai special1004 perannya saat bergabung dalam grup roleplay idola, seorang gadis yang teratur dan rajin, tak mungkin kau lupa bagaimana sifat dan sikapnya. Serius dalam berperan, membahagiakan dalam guyonan.

2 2 7
Mungkin tak kuasa teman teman membendung air mata, namun ibunda nya pun tetap tegar dan tak banyak berkata kata.

Ada yang masih bisa dilakukan harapnya, layaknya beberapa waktu lalu saat ayahandanya juga tak berdaya.
Doa mengalir untuk kesembuhannya.

Cerita cerita terulang dari dirinya, memutar kembali memoar seperti film yang kembali tayang mengudara di malam sebelumnya, ceritanya. Ibundanya pun entah dengan senyum tak tau apa artinya, dihadapan rekan dan teman teman putrinya, meminta maaf jika tak sempat putrinya menyelesaikan amanahnya bersama teman temannya.

"Dia yang terbaik, Bu. Kami juga minta maaf kalau misalnya kami juga pernah salah ke mendiang."
"Insya Allah nggak ada lagi, Bu. Semua sudah diselesaikan dari lama, kok, Bu."

"Alhamdulillah kalau sudah nggak ada. Pokoknya jangan ragu ragu ya, bisa hubungi ibu atau adik adik kalau ada yang belum diselesaikan. Walaupun mendiang sudah nggak ada, sekali sekali jenguk ibu juga ya." Tersungging senyum hangat dari ibunda.

"Iya, Bu."

***

Mungkin perpisahan raga pasti terjadi pada kita semua, namun kenangan dan memori tetap tertaut dari hati kita dan ingatan kita.
Mematri dan membentuk ikatan yang sulit dipisahkan.

Selamat jalan.
Salam rindu.
Sahabat sahabatmu.

N.A.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sumbangi Sambangi Platform